Senin, 17 November 2008

Kisah bermakna

"Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16 : 30-31)

Jenderal Jepang yang termashyur. Nobunaga, memutuskan untuk menyerang, meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari jumlah prajurit musuh. Ia yakin bahwa ia akan menang, tetapi prajuritnya merasa sangsi.

Dalam perjalanan menuju medan perang, mereka berhenti disebuah kuil Shinto. Sesudah berdoa didalam kuil, Nobunaga, keluar dan berkata :

"Sekarang, aku akan melemparkan mata uang. Jika gambar kepala yang kelihatan, kita akan menang. Kalau angka yang kelihatan, kita akan kalah. Nasib akan terungkap sekarang !"

Ia melempar mata uang. Tampak gambar kepala. Para prajurit begitu bersemangat maju perang, hingga mereka menang dengan mudah.

Hari berikutnya seorang ajudan berkata kepada Nobunaga :" Tak seorang pun dapat mengubah nasib yang sudah ditakdirkan untuknya."

"Memang betul." kata Nobunaga, sambil, menunjukkan mata uang yang kedua sisinya bergambar kepala.

Kekuatan Takdir ? Kekuatan doa ? Ataukah kekuatan Iman yang yakin bahwa sesuatu akan terjadi ?


Mencari Tuhan

"Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat !" (Yesaya 55 : 6)

Seorang tetangga melihat Nasruddin berjongkok di halaman sambil mencari sesuatu.

"Apa yang sedang kamu cari ?" tanya tetangganya

"Kunciku yang hilang!" sahut Nasruddin

Dua-duanya terus berjongkok mencari kunci yang hilang itu. Sebentar kemudian tetangga itu bertanya pada Nasruddin :

"Dimana hilangnya kuncimu ?"

"Di rumah!" Jawab Nasruddin

"Astaga ! Lantas, mengapa anda mencarinya disini ?"

" Karena di sini lebih terang !"

Apa Gunanya Mencari Tuhan di tempat-tempat suci, kalau Ia sudah tidak bersemayam lagi di hati kita ?

Kamis, 13 November 2008

57 Cent's

Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena "sudah terlalu penuh".

Seorang pendeta lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis?

"Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu" kata si gadis kecil.

Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak-acakan dan tidak terurus, sang pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil.

Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaannya, sehingga pada waktu sebelum tidur dimalam itu, ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah-olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Yesus.

Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pendeta. Sejak saat itu, si gadis kecil berkawan dengan sang pendeta.

Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya didaerah kumuh,dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya:

"Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu"

Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uangnya sampai terkumpul sejumlah 57 sen untuk maksud yang sangat mulia.

Ketika sang pendeta membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja.

Namun Ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 sen, setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu.

Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton).

Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan,namun perduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi.

Saat ini, jika anda berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus (yah,beratus ratus) pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah Minggu.

Didalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya sebesar 57 sen, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapih foto sang pendeta yang baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis kecil miskin itu, yaitu pastor DR.Russel H.Conwell penulis buku "Acres of Diamonds"

A True Story, based on "ACRES of DIAMONDS"

It's A HONEY of a Deal

THE DEAL

Heaven Or Hell, Which one for you ?
God gives every man the following Choice: "For the wages of sin is death; but the gift of God is eternal life through Jesus Christ our Lord" (Romans 6:23)


The Negative Aspects of the Deal

1. The Bible states that you are a sinner, "For there is not a just man upon earth, that doeth good, and sinneth not." (Ecclesiates 7:20) "As it is written there is none righteous, no, not one." (Romans 3:10)

2. The price of sin is to be separated from God and to spend all eternity in hell. "Wherefore, as by one man sin entered into the world, and death by sin; and so death passed upon all men, for that all have sinned:" (Romans 5:12) "And death and hell were cast into the lake of fire. This is the second death. And whosoever was not found written in the book of life was cast into the lake of fire." (Revelations 20:14-15)

The Positive Aspects of the Deal

1. Jesus Christ, the Son of the Living God, has paid the penalty for your sin, by died on the Cross. ".... without shedding of blood is no remission." (Hebrews 9:22) "But God commendeth his love toward us, in that, while we were yet sinners, Christ died for us." (Romans 5:8) "For the life of the flesh is in the blood: and I have given it to you upon the altar to make an atonement for your souls: for it is the blood that maketh an atonement for the soul." (Leviticus 17:11)

2. Salvation is a gift , and cannot be earned. "For by grace are ye saved through faith; and that not of yourselves: it is the gift of God: Not of works, lest any man should boast." (Ephesians 2:8-9) "Not by works of righteousness which we have done, but according to his mercy he saved us..." (Titus 3:5)

The Terms of The Deal

1. "... Sirs, what must I do to be saved? And they said, believe on the Lord Jesus Christ, and thou shalt saved..." (Acts 16:30-31) "Neither is there salvation in any other: for there salvation in any other: for there is none other name under heaven given among men, whereby we must be saved." (Acts 4:12) "He that believeth on the Son hath everlasting life: and he that believeth not the Son shall not see life; but the wrath of God abideth on him." (St. John 3:36)

2. Are you willing to accept God's deal ? If you are, admit to God that you are a guilty sinner and that you desire to be delivered from your sinful condition. "... except ye repent, ye shall all likewise perish." (St. Luke 13:3)

3. God gives you this promise : "That if thou shalt confess with thy mouth the Lord Jesus, and shalt believe in thine heart that God hath raised him from the dead, thou shalt be saved. For with the heart of man believeth unto righteousness; and with the mouth confession is made unto salvation." (Romans 10:9-10)

If you will accept Jesus Christ as your savior, let us pray : Dear God, I admit I'am a sinner, going to hell. I know that I can't save myself. I Repent of my sins and put my faith in the blood that you shed for me on the cross to pay for all my sins. I now accept You as my savior and trust You to take me to heaven. Thank You for saving me. AMEN


Seorang Yang Buta dan Pelita

SEORANG YANG BUTA DAN PELITA

Suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat
membekalinya dengan sebuah pelita. Orang buta itu dengan terbahak berkata, “Buat apa aku bawa pelita? Tak ada gunanya bagiku! Aku bisa pulang kok.” Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, agar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita.

Tak berapa lama, dalam perjalanan pulang, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, si buta memaki, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lain menabrak si buta. Si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.... menyadari situasinya, sang penabrak meminta maaf, “Oh, maaf, akulah yang 'buta', tidak melihat bahwa engkau adalah orang buta.” Wajah si buta memerah karena malu, dengan tersipu ia menjawab, “Tak apa, maafkan aku juga atas kata-kataku yang kasar.” Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, lagi, seorang pejalan menabrak si buta. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dengan santun ia bertanya, “Maaf, apakah pelitaku padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, aku justru hendak menanyakan hal yang sama.” Hening sejenak.... akhirnya, secara bersamaan mereka bertanya, “Apakah engkau orang buta?” Serempak pula mereka menjawab, “Ya....” Mereka berdua meledak dalam tawa, lalu berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Saat itu, seorang pejalan lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menabrak kedua orang buta yang sedang mencari-cari pelita mereka. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya, aku perlu juga membawa pelita, agar aku dapat melihat jalan dengan lebih baik, dan agar orang lain pun dapat terbantu melihat jalan mereka.”

BAHAN PERMENUNGAN:

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti mengamalkan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Orang buta pertama mewakili mereka yang diliputi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kedengkian. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi lebih bijaksana melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan menyadari belas kasihan dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi seorang pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang acuh dan kurang peduli pada sesama. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walau mereka dapat melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita; sesungguhnya mereka menunjukkan kesalahan kita, baik disengaja maupun tidak. Mereka dapat menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun mau menjadi buta; selayaknyalah kita saling memahami dan saling menolong.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama diliputi kegelapan batin seperti kita. Alangkah sulitnya menyalakan pelita, jikalau kita bahkan tak dapat melihat pelitanya. Orang buta tak dapat menuntun orang buta. Itulah pentingnya kita terus belajar agar kita semakin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang menjadi sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing?
Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, redup atau bahkan nyaris padam?
JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri maupun bagi orang-orang lain di sekitar kita.

Sebuah pepatah kuno berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita tanpa sedikit pun meredupkan nyala pelita pertama.
Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.
Menjadi seorang Kristen yang sungguh-sungguh beriman merupakan hal yang tersulit dalam hidup sebagai umat atau orang yang percaya pada Kristus. Hal-hal yang menjadi penyebab sulitnya kita menjadi seorang Kristen sejati tentunya di faktori oleh 2 hal, yakni, faktor Internal dan faktor external.

Faktor Internal, terutama lebih disebabkan karena Iman dari seseorang yang ragu-ragu, antara percaya atau tidak percaya kepada Kristus. Bisa juga karena diakibatkan karena seseorang yang hanya bisa mengancam Tuhan ("Tuhan, kalau tidak ini/itu saya akan......") kalimat itu yang sering diucapkan ketika Tuhan belum mengabulkan seru doa permohonan kita, Ingat ! Jawaban Tuhan atas doa kita ada 3, yaitu : Ya, Sekarang Juga ; Ya, Tapi Nanti ! atau Tidak.
Lalu, Iman yang ragu-ragu, biasanya hal ini karena "sempitnya" akal dan Iman seseorang akan Alkitab, doktri, dogma dan ajaran gereja. Hal yang dominan terjadi pada hal ini biasanya mengenai konsep Trinitas dan ke Tuhanan Yesus Kristus. Banyak dijumpai orang yang meninggalkan imannya pada Yesus, akibat hal-hal tadi.Mar 4:39-41, ayat 40: ”Lalu Ia berkata kepada mereka: Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
Perhatikan, sejak dari pertama pelayanan sampai bangkit dari antara orang mati, orang-orang tetap bertanya-tanya ’Siapakah Yesus ini?’ Seharusnya sikap anak-anak Tuhan tidak boleh ada sedikit pun keragu-raguan bahwa Allah adalah Pencipta, Pemelihara & Penebus kita semua. Kita harus selalu waspada agar iman kita jangan ragu-ragu. Ayat tadi merupakan sebagian dari Landasan iman kita pada Dia yang sudah memelihara kita.

Mengenai konsep Trinitas, merupakan hal yang menurut saya amat sulit dijelaskan sebab itu adalah Misteri Iman kita, namun hal mengenai Tritunggal, banyak tersirat dalam Kitab Suci Kita.
Berikut ini akan saya sedikit kupas mengenai Allah Trinitas (Triune God), sebab beberapa waktu lalu teman Islam Saya menanyakan tentang Allah Tritunggal, begini;

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: "TUHAN TRITUNGGAL
""Hai Ahli Kitab... Janganlah kamu mengatakan 'Tuhan itu tiga'... Maha Suci Allah dari mempunyai anak" (Qs 4:171)"

Kalian orang Kristen kok menyembah tiga Tuhan. Tidakkah itu mengada-ada, lalu menyebutkan sebagai Tuhan Tritunggal?Padahal itu tidak pernah ada tertulis di Bible kalian. Bukankah itu penyesatan diri sendiri, dan bahkan memalsukan Tuhan?"Demikian teguran yang umum dilontarkan oleh teman muslim terhadap Anda. Maksudnya mungkin baik, tetapi Anda merasa terganggu bahkan mungkin tersinggung, bukan karena kepercayaan Anda dirusuhi, melainkan justru karena kepercayaan Anda itu lain dari pada apa yang ditimpakan kepada Anda! Sungguh Anda tidak merasa menyembah Tuhan seperti yang dituduhkan. Maka Anda ingin cepat-cepat membalas, "Anda ngawur! Kami tidak menyembah 3 Tuhan.

Kalianlah yang mengada-ada. Sebab kami hanya mempunyai Tuhan yang esa, yaitu Dia satu-satunya yang menciptakan bumi dan alam semesta."Apa yang terjadi selanjutnya bisa ditebak: tudingan yang semrawut, debatan yang simpang- siur, dan tidak ada kesimpulan. Karena pihak yang satu mematoki mati angka "tiga" bagi Tuhannya orang lain sejak abad ke-7, sementara pihak lain ini mendeklarasikan ketuhanannya yang "satu" sejak abad manapun! Yang mematoki 3 merasa bahwa "tiga itu tak dapat jadi satu, dan satu itu bukan tiga"...Buanglah cara yang melelahkan dan sia-sia ini. Anda tidak akan sampai kemana-mana. Anda bersharing, bukan mempertentangkan atau membenturkan diri Anda kepada dirinya. Anda justru perlu heran darimana mereka meyakini bahwa Anda menyembah 3 Tuhan? Dan biasanya (pada awalnya) mereka akan menunjuk kepada Injil Anda sendiri. Kembali Anda tak perlu buru-buru meladeni tudingan ini. Sebab pada tahap ini dia belum dapat beranjak sedikitpun dari notion pengharaman Injil.

Jadi untuk apa Anda terlalu dini merujukkan sesuatu yang ditolaknya mentah-mentah? Lebih baik Anda mengajaknya untuk mengklarifikasikan materi tudingannya berdasarkan narasumber yang paling dipercayainya sendiri, yaitu AlQurannya. Sudut pandang Alkitab baru bermanfaat diperkenalkan bilamana pihak-pihak yang berdialog mulai merasa siap menerima informasi sebagai informasi, bukan sebagai konfrontasi. Tanyakan sudut pandang mereka. "Jadi menurut Anda, apa yang dikatakan Quran tentang kesesatan Tritunggal itu?"Bersama Anda, iapun memasuki rujukan Quran, "sesungguhnya kafirlah orang-orang yang berkata bahwa: Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa..." (Qs 5:73)"Dia tidak beristri dan tidak beranak" (Qs 72:3)"Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri" (Qs 6:101)"Maha Suci Allah dari mempunyai anak" (4:17)"Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: Jadikan aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah". (Qs 5:116)Orang Nasrani berkata: "Al-Masih itu putra Allah... Dilaknati Allahlah mereka." (Qs 9:30)"Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang rasul... dan ibunya seorang yang sangat benar keduanya memakan makanan." (Qs 5:75).Allah tidak mempunyai anak dan tiada Tuhan bersamaNya, kalau sekiranya demikian niscaya tiap-tiap tuhan membawa makhluk yang diciptakannya dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain..." (Qs 23:9).
Dari sederetan ayat ini, terlihat dengan sendirinya titik pusat tuduhannya bahwa kaum Kristiani itu telah bersyirik dengan mempersekutukan Allah dan mentuhankan Allah (sebagai Bapa), Maryam (sebagai Ibu), dan Isa (sebagai putra Maryam), yang ketiga-tiganya disebut Tuhan.Mereka mengharamkan 3 Tuhan, tetapi Anda datang dengan istilah yang lebih diharamkannya lagi, yaitu "Tuhan Tritunggal." Mana ada nama semacam itu dalam Bible? Sudah mensyirikkan 3 Tuhan, lalu ketiganya disatukan? Mana dapat disatukan? Sebab, ada peringatan Quran, "kalau sekiranya demikian, niscaya tiap-tiap tuhan membawa makhluk yang diciptakannya dan akan saling mengalahkan" Tuhan Tritunggal jadi-jadian ini pasti sangat ditolak oleh Muslim.Namun sekarang, adakah Tritunggal semacam itu yang dipercayai oleh Anda orang Kristiani? Tidak bukan? Kinilah saatnya Anda melontarkan kepada mereka dengan pernyataan kunci bahwa:"Tritunggal yang ditolak oleh Alquran Anda adalah pula Tritunggal yang sama ditolak oleh kami orang-orang Kristiani."Mereka tentu tertegun sesaat—antara salah dengar dan tidak percaya—lalu menginginkan penjelasan Anda yang sejujurnya tentang Tri-tunggal versi Kristiani.

Penjelasan Tentang TRITUNGGALPerhatikan bahwa jenis Tritunggal yang disyirikkan Quran ternyata berkonsepkan tuhan-tuhan yang saling eksklusif. Lihat betapa masing-masing tuhan yang digambarkan itu saling mengklaim dan memperebutkan makhluknya dan wilayahnya (Qs 23:91). Lihat pula betapa cakupan Tuhannya juga terbatas pada yang finite-fisikal saja, dimana Qs 6:101 menggambarkan konsep "anak" yang harus dihasilkan dari hubungan dengan istri. (relasi biologis). Dan lihat betapa AlMasih dan ibunya hanyalah makhluk—bukan ilahi—sebab keduanya memakan makanan (Qs 5:75). Dimanapun Quran tak pernah mengimplikasikan "Anak" sebagai konsep rohani!Tritunggal yang berlandaskan konsep duniawi ini—eksklusif dan fisikal—telah menghasilkan tiga Tuhan yang dipersekutukan (dalam substansi tri-theist, bukan mono-theist) , yang dipastikan benar akan saling cakar-cakaran dan mengalahkan, dengan rumusan matematika
dibenaknya Muslim:1 Tuhan (1) + 1 Tuhan (2) + 1 Tuhan (3) = 3 TuhanInilah "Tritunggal" yang ditolak Islam!Tetapi ini pula "tritunggal" yang ditolak Kristiani!

Tritunggal Kristiani adalah substansi dan relasi 3 pribadi Ilahi yang amat berbeda konsepnya. Tuhan Tritunggal adalah entitas yang total saling inklusif dan infinite-spiritual, tidak terlukiskan dan tidak ada yang menyamai. Tak ada relasi biologis Tuhan Pencipta dengan siapapun dari ciptaannya.Sebagai ilustrasi perbandingan dengan meminjam model matematika di atas, dimana sedikitnya tercermin unsur inklusif dan infinite, maka rumusan ketritunggalan yang dimaksud lebih berupa: 1 T ~ x 1 T ~ x 1 T ~ = 1 T ~(notasi ~ = infinite/tak terhingga).

Yaitu suatu persenyawaaan ketigaan ilahi yang tak terbatas, dalam kesatuan Tuhan! Dalam ungkapan ringkas, kita mengistilahkannya sebagai "satu Apa dalam tiga Siapa dan tiga Siapa dalam satu Apa." Yang mana jelas tidak ada kaitannya dengan 3 oknum yang saling cakar-cakaran dan mengalahkan!

Lebih jauh lagi, "3 Siapa" disini adalah Bapa—Anak/Firman (Yesus)—Roh Kudus, sama sekali bukanlah Allah & Maryam & AlMasih (Anak) seperti yang diimplikasikan oleh Quran dalam kaitan fisik biologis. Entah salahnya dimana (!) namun ternyata Roh Kudus ini tidak pernah muncul dalam Quran sebagai oknum yang turut ditegur dalam "3 Tuhan."Akibatnya, Tritunggal yang ditolak Quran (karena beda subtansi dan relasi), kini malah ditolak lebih jauh lagi oleh kaum Kristiani karena juga mencakup perbedaan oknumnya dengan Alkitab! Ketiga oknum ilahi di dalam ke-tritunggal- annya akan kita bicarakan berikut ini dari segi yang sering disalahpahami. ..

Bapa
Sebutan Bapa adalah sebutan yang dikenakan kepada Tuhan yang Hidup, sumber segala kehidupan dan keberadaan. Dia dalam "Zat-Nya" yang roh tak pernah tampak bagi manusia. Ia transenden tak ada yang serupa atau menyamaiNya. Dia ada bersama-sama dengan RohNya (Roh Kudus yang Hidup), dan KalimatNya (yang ber-Firman). Bila tidak demikian, Dia tidaklah hidup dan tidak berfirman Dialah Tuhan Maha Kasih yang merancang dan menjadikan apa yang ada, sekaligus merancang penyelamatan kembali umat manusia yang jatuh dalam kebinasaan. Maka Ia adalah Bapa Surgawi kita yang mengada dan yang memelihara.
Ia Bapa yang personal, tidak jauh dari perbuatan tanganNya. Ia ada, melihat dan mendengar, dan tahu akan kita disegala waktu, kepada siapa kita dapat menyapa dan memohon—langsung tanpa ikatan waktu, tempat/kiblat, dan bahasa!

Anak / Allah Putera
Karena teman-teman Muslim dari sejak kecil dan setiap harinya terbiasa dibombardir dengan suara yang mengumandangkan "Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. " maka dibawah sadar mereka terjadi semacam penyempitan nalar terhadap 'ke-anak-an' yang rohaniah. 'Anak' disini samasekali bukanlah buah hubungan biologis dari Allah dengan Maryam (Maha Suci Allah dari mempunyai anak hubungan biologis), melainkan buah 'kelahiran inkarnatif' dari Kalimat Allah melalui Maryam (the Word Incarnated). Karena disini ada unsur proses 'kelahiran.' Maka istilah "Anak" justru menjadi sebutan yang amat tepat menggambarkan relasi Ilahi. Perlu diketahui teman Muslim bahwa sebutan ANAK itu bukan bikin-bikinan manusia (yang bagaimanapun, tidak mempunyai kapasitas untuk mengetahuinya terlebih dahulu). Namun sebutan itu diumumkan langsung dari mulut Tuhan sendiri (Matius 3:17) dan dari mulut malaikat (Gabriel dalam Lukas 1:32), yang didengar oleh manusia (Maria, juga orang2 yg ikut dalam peristiwa Yesus dibaptis). Itu sebabnya Yesus juga membahasakan diriNya sebagai Anak Tuhan dan Anak Manusia.

Tidak ada pihak yang tercatat telah menolak sebutan itu. Tidak malaikat, nabi-nabi, atau setan-setan (Lukas 4:41) dan musuh-musuh Tuhan sekalipun (lihat pasal berikutnya tentang ANAK TUHAN). Jadi kenapa Islam sendiri harus mati-matian menyangkal sebuah "anak biologis" padahal itu dipahami semua pihak lainnya sebagai suatu "anak rohani"?Konsepsi kelahiran atau "keanakan" Isa, sesungguhnya telah diungkapkan oleh Quran, disebutkan sebagai "Kalimat Allah yang disampaikanNya kepada Maryam." Itu adalah Sang Kalimat, sosok Kalimat Allah yang tidak tampak, yang turun (nuzul) kepada Maryam agar jadi tampak sebagai Al Masih anak Maryam yang membawakan KalimatNya langsung kepada manusia. Dan ini amat mirip dengan pengertian Alkitab, bahwa "keanakan" ini adalah Firman/Kalimat Tuhan yang ilahi yang turun masuk ke dunia (melalui Maria) menjadi manusia. Simak pewahyuan dalam Yohanes 1:1 dan 14."Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan... Firman itu telah menjadi manusia... sebagai Anak Tunggal Bapa."Disini tampak semua Zat-Nya Sang Anak dalam keilahian. Dan karena Anak ini adalah inkarnasi Firman yang gen-DNAnya (zat-Nya) datang dari surga, maka ia juga harus kembali ke sorga.

Roh Kudus

Roh Kudus adalah Roh Tuhan sendiri, yaitu Roh kehidupan dan kebenaran yang menjadikanNya sumber segala kehidupan dan kebenaran. Ia menolong manusia untuk masuk dalam kebenaran (Yohanes 16:13), memberi kekuatan, hikmat dan penghiburan. Roh Kudus itu Maha-ada, dimana-mana dan sudah ada sejak Tuhan itu ada. Ia senyawa-esa dengan Tuhan. Ia bukan ciptaan, bukan malaikat. Pemahaman Muslim tentang Roh Kudus amat simpang siur dengan banyak penafsiran yang berbeda-beda. Namun ini tidak mengherankan karena Muhammad tahu persis bahwa ia tidak mendapat karunia untuk memahami roh. Tuhan telah berwahyu kepadanya:"Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit." (QS 17:85).Walau sudah diperingatkan Tuhan bahwa pengetahuan tentang Roh amatlah marginal. Namun pakar islam telah berani memberi penafsiran yang memastikan bahwa Roh Kudus itu adalah makhluk Jibril, atau bahkan ditafsirkan sebagai "zat" yang ditiupkan oleh Jibril! (lihat catatan kaki dari AlQuran terjemahan Departemen Agama untuk QS 2:87). Tetapi tentu saja pemastian ini adalah asumtif (penganggapan) , sebab tak ada ayat dasar manapun dari Quran yang pernah menyamakan keduanya.[Catatan: "Siapakah Jibril?" Sebab sangat aneh bahwa [1]. Jibril itu tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai Rohulqudus atau sebaliknya. [2]. Jibril tidak pernah memperkenalkan nama dan jati dirinya sebagai Jibril kepada Muhammad. [3]. Nama Jibril muncul begitu saja dalam Quran, tanpa perkenalan yang sepatutnya, kontras berlawanan dengan etiket elegan dan sempurna yang pernah diintroduksikannya dalam Injil: "Akulah Gabriel yang melayani Tuhan, dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau" (Lukas 1:19). [4]. Selama belasan tahun Muhammad tidak pernah tahu siapa nama roh pembawa-wahyu itu, dan karenanya ia tidak pernah menyebutnya sebagai Jibril kecuali hanya menamainya dengan pelbagai sebutan diseputar kata "ruh" (ada yang disebut "ruh" saja, atau ruh-Ku/ruh-Nya/ ruh Kami/ruh dari Kami/Ruhulqudus/ Ar-Ruh Al-Amin). Padahal roh pembawa-wahyu ini dikatakan selalu intim/dekat berbicara kepada Muhammad. Bahkan sesekali menampakkan diri kepadanya. [5]. Kelak setelah Muhammad berinteraksi banyak dengan orang Yahudi di Medina, ia baru berkesempatan menyebut nama yang sekian lama tersembunyi bagi dirinya: JIBRIL]

Membandingkan Jibril vs Roh Kudus

Diseluruh Quran ada 29 ayat yang mencatat sebutan ruh, dari Allah, namun hanya memuat 3 ayat berkenaan dengan sebutan nama Jibril, yaitu QS 2:97,98, dan 66:4 (yang lain hanyalah terjemahan/tafsiran tambahan yang mengatasnamakan Jibril dan hanya ada 4 ayat dimana istilah Ruhulqudus disebutkan secara spesifik (QS 2:87, 253; 5:110; 16:102). Jadi setiap Anda bisa dengan mudah membandingkan kedua himpunan ayat yang spesifik ini untuk menyimpulkan apakah sosok Jibril itu pasti sama identik dengan sosok Rohulqudus (atau kalau-kalau ada kepastian bahwa Rohulqudus itu adalah "zat" yang ditiupkan Jibril mengacu catatan kaki QS 2:87 yang disebut di atas?)Bahwa ada sebagian karya yang sama diantara kedua sosok itu—yaitu menurunkan ayat-ayat Tuhan—tentu tidak otomatis menjadikan kedua sosok itu identik. Sebab kedua sosok itu bisa sama-sama menjadi agen pewahyu, walau berbeda sesamanya. Bukankah misalnya Isa dan Yahya yang sama-sama nabi dan sama-sama meneruskan wahyu itu tidak menjadikan Isa identik dengan Yahya? Bukankah Tuhan sendiri (sebagai sosok ketiga) juga berwahyu langsung kepada nabiNya (misalnya kepada Musa dan Isa). Dan toh Tuhan tidak dapat diidentikkan sebagai Jibril? Mahasuci Dia daripada diserupakan.Dalam Alkitab, Gabriel jelas menyatakan dirinya BUKAN Roh Kudus! Gabriel berkata langsung kepada Maria muka dengan muka:"Roh Kudus akan turun atasmu..."Gabriel tidak berkata "Aku akan turun atasmu" (Lukas 1:35). Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan sendirilah yang memberitakan firmanNya dengan Roh KudusNya. Tuhan sendirilah yang berbicara langsung atau yang mengilhamkan kata-kataNya. Sedangkan Malaikat Gabriel hanyalah agen pewahyu yang diutus sesekali oleh Tuhan untuk meneruskan berita-berita adhoc khusus secara menampakkan diri (dalam dimensi yang bisa disaksikan, termasuk mimpi).Roh Kudus adalah oknum integral dari Tuhan sejak semula. Ia keluar dari Bapa sama seperti Yesus yang juga keluar dari Bapa, menjadikan diriNya Tuhan Tritunggal yang Esa! (Kejadian 1:1-2; Yoh 15:26, 8:42). Roh Kudus itu adalah ilahi, bukan ciptaan seperti yang "dipastikan" oleh penafsir tertentu sebagai malaikat Jibril. Ia itu Maha Hadir, ada dimana-mana dalam satu waktu. Sedangkan makhluk ciptaan tidak mungkin maha ada, melainkan hanya dapat hadir disatu tempat dalam satu waktu. Itu sebabnya malaikat itu diciptakan dalam jumlah besar untuk mendampingi manusia per manusia, lihat QS 13:10-11; 50:17-18 dll.Daud berkata dalam Mazmurnya: "Kemanakah aku dapat pergi menjauhi Roh-Mu... jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana. Jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, disitupun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku." (Mzm 139:7-10; lihat pula Kis 2:1-4).Iman Kristianitas adalah mutlak monotheistik bukan tritheist seperti yang dituduhkan secara keliru. Siapakah diantara penganut Alkitab yang dapat dituduh tidak mengimani monotheisme yang terpampang dalam Kitab yang dianutnya? Semisal di Kitab Ulangan 6:4; Yesaya 44:6; Markus 12:29; Yakobus 2:19; Surat Paulus di 1 Timotius 1:17, dll.?

KESIMPULAN TERHADAP TUDUHAN
1.Tritunggal yang ditolak Quran adalah Tritunggal yang lebih ditolak lagi oleh Alkitab, karena disamping sama-sama menolak substansi-tritheist dan relasi-biologis, Alkitab justru lebih jauh menolak pula oknum-tritunggal yang diklaim Quran!

2.Sekalipun istilah/nama "Tritunggal" tidak ada dalam Alkitab, namun konsep keberadaan Tuhan yang tritunggal itu bukanlah karangan-karangan manusia, melainkan jelas bertaburan di seluruh Alkitab. Bandingkan bahwa Quran juga tidak pernah mencantumkan seluruh 99 nama-nama Allah, melainkan hanya 72. namun Muslim dapat mengakui bahwa ke-27 nama yang tidak tercantum itu juga melekat dalam diri Allah!

3.Anak Tuhan bukanlah buah hubungan biologis dari Tuhan yang Maha Suci seperti yang dituduhkan. Ia adalah Kalimatullah. The Word Incarnated. Firman Tuhan yang ilahi turun (nuzul) masuk ke dunia menjadi manusia Yesus. Itu sebabnya setiap kalimat yang diucapkan Yesus adalah selalu Firman. Ia tidak usah menunggu, dan tidak pernah mendengar bisikan firman dari Jibril atau siapa lainnya, seperti halanya dengan Muhammad.

4."Anak Tuhan" adalah sebutan dari mulut Tuhan sendiri, dan diterima baik oleh Yesus, para malaikat, nabi, bahkan oleh setan dan Iblis. Sebutan itu bukan diada-adakan oleh Paulus dan para padri yang sesat seperti yang dituduhkan.

5.Roh Kudus adalah Roh Tuhan sendiri dari kekal hingga kekal. Roh Kudus dan Firman (Yesus) sama-sama keluar dari diri Tuhan, menyatakan diriNya yang Tritunggal. Bandingkan dengan Quran dimana Allah SWT juga "mempersekutukan" diriNya dengan KalimatNya (Firman Allah yang tidak diciptakan Allah, melainkan "bagian" dari Allah—yang tidak sama dengan Allah—yang telah ada sejak semula disisi Allah. QS 43:4; 85:22)? Bandingkan pula dengan Allah SWT yang juga mengindikasikan "kejamakan" diriNya ketika ia berkata: "Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat sesungguhnya Kami benar-benar Mahakuasa" (Qs 70:40).

6.Roh Kudus bukan malaikat Gabriel—pelayan Tuhan yang diutus sewaktu-waktu sebagai pemberita. Malaikat yang makhluk, tidak bisa maha ada, walau bisa kemana saja. Bandingkan beda kehadiran Jibril dan Roh Kudus dalam terjemahan Quran (yang berbeda-beda) yang mencatat adanya Jibril yang berseru kepada Maryam diluar Maryam (Qs 19:24) dengan Rohulqudus yang ada di dalam Maryam (Isa dalam kandungannya Maryam, yang selalu diperkuat oleh Rohulqudus Qs 5:110; 4:171). Bila dalam satu waktu yang sama, Jibril dan Rohulqudus (yang makhluk itu masing-masing berada diluar dan didalam diri Maryam, maka dapatkah keduanya dimutlakkan sama dan identik?)

7.Dimanapun, Kristianitas tidak pernah mempertuhankan 3 Tuhan dan menjadikan Maryam itu "istri Tuhan" dan sekaligus Tuhan. Kristianitas mutlak beriman kepada keesaan Tuhan (monotheist) , dimana Bapa hanya dapat dikenal melalui Anak dalam penerangan Roh Kudus.

8.Bahkan Paulus yang dicap sebagai Bapak penyesat "tritunggal" tetap menegaskan Tuhan itu esa: "Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin." (1 Timotius 1:17).9.Karena tuduhan "3 Tuhan" yang tritheist itu tidak kena-mengena sedikitpun! Dengan Kristianitas maka sebaiknya kita kembalikan kepada teman yang empunya tuduhan untuk menjawab pertanyaan yang ditimbulkannya sendiri: "Ahli Kitab (Kristen dan Yahudi) manakah yang dituduh menyembah TUHAN ITU TIGA? Siapakah tuhan-tuhan yang tiga itu? Dan Tuhan manakah yang dituduh ber-Anak karena beristri?"

Lalu yang selanjutnya adalah faktor External :
Faktor external merupakan faktor yang berasal dari luar diri kita yang mampu menggoncang, menggoyahkan bahkan berani menjual iman kita pada Yesus. Hal tersebut terjadi karena biasanya manusia tidak dapat berpikir panjang dan biasanya juga karena adanya desakan entah itu dari manapun juga.

Faktor ini biasanya terjadi pada berbagai macam situasi, misalnya karena pacaran yang berbeda agama, karena faktor karier, faktor pekerjaan, faktor lingkungan sekitar kita, atau mungkin dari faktor-faktor lainnya yang mampu mengubah iman kita dari Yesus kepada illah-illah lain.
Ingat cerita, ketika Yudas menjual gurunya sendiri (Yesus) kepada pemerintah Romawi sebesar 30 keping perak, agar Yesus disalibkan, namun apa yang terjadi setelah wafatnya Yesus di kayu salib ? Yudas bunuh diri, karena ia menyesal !

Semenjak kecil kita sudah diajarkan baik oleh orang tua maupun Gereja, agar kita mampu mengikuti Yesus ditengah gelombang dunia ini, Santo Paulus, dalam suratnya pada jemaat di Roma, dalam Roma 12 : 2 ia mengatakan bahwa, janganlah kita serupa oleh dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu !, bagi saya ayat tersebut merupakan ayat yang sangat baik, janganlah kita mengikuti dunia ini, yang semakin lama semakin edan.
Kita sudah menerima keselamatan saat kita dibaptis dan mengaku percaya (Sidi / Konfirmasi)
Apakah kita mau mejual keselamatan yang Allah telah sediakan bagi kita ? dan berakhir dengan penyesalan seperti Yudas ?

Berbagai cara banyak dilakukan oleh musuh kita yaitu Iblis agar iman kita pada Kristus goyah, oleh sebab itu kembali Rasul Paulus menegaskan dalam suratnya pada jemaat di Efesus, dalam Efesus 6, "Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus"

Sekian penjelasan ini, semoga dapat dipahami. Tuhan memberkati