Senin, 30 Maret 2009

pengantar pekan Suci

Pekan Pra-Paska (Lent) akan segera berakhir, segera kita akan memasuki Minggu Sengsara atau biasa disebut Minggu Palma/Palem (Palmarum) dan Pekan Suci, dimana pada hari Minggu tersebut kita akan mengenangkan saat masuknya Tuhan Yesus ke kota Yerusalem, yang disambut oleh orang-orang Israel dengan begitu meriah. Mereka menebarkan daun pohon Palem dan segala Jubah mereka ke jalanan yang akan dilewati oleh Yesus, namun kegembiraan itu hanya berlangsung sejenak saja. Pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Tuhan Yesus akan menderita sengsara bahkan wafat diatas kayu Salib, 3 hari tersebut lebih dikenal dengan "TRI HARI SUCI" atau "TRIDUUM". Sedangkan pada hari minggunya, seluruh Umat Kristen di Dunia akan merayakan Ibadah Paskah, dimana pada hari tersebut, Tuhan Yesus bangkit dari alam maut, dan maut sudah dikalahkan oleh Dia.

Marilah kita merefleksikan diri kita, Sudahkah kita mempersiapkan hati dan diri kita dalam memasuki pekan suci itu ? Sudahkah aku melakukan seluruh kehendak Tuhan ? Apakah aku sudah bertanggung jawab pada Tuhan, Sesama, Lingkungan dan Keluargaku ?

Marilah kita sungguh-sungguh bersiap-siap akan datangnya hari mulia itu !

SYABAS !!

Sabtu, 28 Februari 2009

Father's Love Letter

My Child,

You may not know me, but I know everything about you. Psalm 139:1
I know when you sit down and when you rise up. Psalm 139:2
I am familiar with all your ways. Psalm 139:3
Even the very hairs on your head are numbered. Matthew 10:29-31
For you were made in my image. Genesis 1:27
In me you live and move and have your being. Acts 17:28
For you are my offspring. Acts 17:28
I knew you even before you were conceived. Jeremiah 1:4-5
I chose you when I planned creation. Ephesians 1:11-12
You were not a mistake, for all your days are written in my book. Psalm 139:15-16
I determined the exact time of your birth and where you would live. Acts 17:26
You are fearfully and wonderfully made. Psalm 139:14
I knit you together in your mother's womb. Psalm 139:13
And brought you forth on the day you were born. Psalm 71:6
I have been misrepresented by those who don't know me. John 8:41-44
I am not distant and angry, but am the complete expression of love. 1 John 4:16
And it is my desire to lavish my love on you. 1 John 3:1
Simply because you are my child and I am your Father. 1 John 3:1
I offer you more than your earthly father ever could. Matthew 7:11
For I am the perfect father. Matthew 5:48
Every good gift that you receive comes from my hand. James 1:17
For I am your provider and I meet all your needs. Matthew 6:31-33
My plan for your future has always been filled with hope. Jeremiah 29:11
Because I love you with an everlasting love. Jeremiah 31:3
My thoughts toward you are countless as the sand on the seashore. Psalms 139:17-18
And I rejoice over you with singing. Zephaniah 3:17
I will never stop doing good to you. J eremiah 32:40
For you are my treasured possession. Exodus 19:5
I desire to establish youwith all my heart and all my soul. Jeremiah 32:41
And I want to show you great and marvelous things. Jeremiah 33:3
If you seek me with all your heart, you will find me. Deuteronomy 4:29
Delight in me and I will give you the desires of your heart. Psalm 37:4
For it is I who gave you those desires. Philippians 2:13
I am able to do more for you than you could possibly imagine. Ephesians 3:20
For I am your greatest encourager. 2 Thessalonians 2:16-17
I am also the Father who comforts you in all your troubles. 2 Corinthians 1:3-4
When you are brokenhearted, I am close to you. Psalm 34:18
As a shepherd carries a lamb, I have carried you close to my heart. Isaiah 40:11
One day I will wipe away every tear from your eyes. Revelation 21:3-4
And I'll take away all the pain you have suffered on this earth. Revelation 21:3-4
I am your Father, and I love you even as I love my son, Jesus. John 17:23
For in Jesus, my love for you is revealed. John 17:26
He is the exact representation of my being. Hebrews 1:3
He came to demonstrate that I am for you, not against you. Romans 8:31
And to tell you that I am not counting your sins. 2 Corinthians 5:18-19
Jesus died so that you and I could be reconciled. 2 Corinthians 5:18-19
His death was the ultimate expression of my love for you. 1 John 4:10
I gave up everything I lovedthat I might gain your love. Romans 8:31-32
If you receive the gift of my son Jesus, you receive me. 1 John 2:23
And nothing will ever separate you from my love again. Romans 8:38-39
Come home and I'll throw the biggest party heaven has ever seen. Luke 15:7
I have always been Father, and will always be Father. Ephesians 3:14-15
My question is…Will you be my child? J ohn 1:12-13
I am waiting for you. Luke 15:11-32


Love,
Your Dad Almighty God

Rabu Abu di GKI

Kemarin, tanggal 25 Februari 2009, Gereja kami (GKI) mengadakan kebaktian Rabu Abu, kebaktian dimulai tepat pukul 19.00 WIB, yg dipimpin oleh Pdt. Rahmat Basukendra. Tema kebaktian tersebut adalah "RITUS ATAU KOMITMEN" Lewat tema tersebut jemaat diajak untuk sejenak merefleksikan akan segala dosa-dosanya yg mengakibatkan terjadinya kerusakan Moral, Kerusakan Lingkungan dan sebagainya, Memasuki pekan Pra-Paska ini kita diajak untuk berkomitmen agar kita mau peduli dengan lingkungan, sesama, dan Tuhan. Tidak hanya melalui Ritus-ritus kabaktian saja, tapi harus juga dinyatakan dalam kehidupan. Dalam kebaktian kali ini juga ditampilkan Drama yg berjudul "MORAL...OH..MORAL". Setelah khotbah selesai, dimulailah pengolesan Abu oleh pendeta kepada jemaat, sebagai simbol bahwa kita sudah memasuki pekan Pra-Paska. Kebaktian pun selesai tepat pada pukul 21.00 WIB

Minggu, 15 Februari 2009

Pekan Paska (Pascha)

Memasuki bulan Februari berarti kita sudah mulai memasuki Pekan Raya Paska. Tepatnya, pada tanggal 25 Februari nanti, kita umat Nasrani (Katholik, Anglikan, Lutheran, Methodist, Presbyterian, dll) akan memasuki masa Paska, yang akan dimulai pada hari Raya Rabu Abu. Kita akan menjalani masa raya Paska selama kurang lebih 4o Hari, dimana masa raya pra-Paska akan diakhiri pada masa Pekan Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, Minggu Paskah).
Kita diajak untuk mengintrospeksi diri kita, bertobat, serta kita juga diajak untuk berpuasa atau sekurang-kurangnya berpantang, meskipun hal ini tidak diwajibkan oleh Gereja Protestan, namun, apa salahnya jika kita melakukan itu juga jika tujuannya baik ?
Oleh sebab itu, marilah kita mempersiapkan diri kita, menyongsong datangnya hari yang Agung dan Mulia itu ! Selamat memasuki masa Raya Paska, kiranya Roh Kudus menolong kita mempersiapkan diri kita masing - masing. Tuhan Memberkati !

Pax

Minggu, 04 Januari 2009

Keteladanan Maria

Mendengar, apalagi menerima tugas panggilan dari Allah merupakan sesuatu yang bisa dikatakan atau di katagorikan sulit bagi kita sebagai Umat-Nya. Mengapa ?
Sebab seringkali kita tidak mau mendengar tugas itu dan lebih suka mendengar dan menerima tugas panggilan dunia.... Bayangan kita jika kita menerima tugas itu, pasti yang ada di benak kita adalah, Menyita banyak waktu, pikiran, tenaga dll, yg membuat kita menjadi merasa tidak mampu (Tidak PD) karena Manusia hanya mengandalkan tenaganya saja.

Namun, jika kita membaca alkitab, khususnya pada Injil Lukas, disitu ada kisah tentang Maria. Peristiwa Inkarnasi Allah menjadi Manusia, tidak lepas dari peranan Maria Ibunda Yesus. Sebab hanya melalui ia saja Allah telah memilih dan menetapkan Maria sebagai satu-satunya wanita yang diperkenankan untuk melahirkan Yesus, Sang Juruselamat.

Maria, perlu dicatat juga bahwa ia adalah seorang wanita baik-baik dari Nazareth. Dan, pada saat itu pula ia masih berstatus tunangan Yusuf. Tentu hal ini merupakan Tugas yg tidak mudah bagi Maria, sebab ia pun pasti mengetahui apa yg akan terjadi pada dirinya nanti jika ia menerima tugas itu, tentunya akan ada banyak masalah yg mungkin saja menerpa ia. Namun, kita lihat juga, Maria mau menerima Tugas itu, dengan lapang, lihatlah apa yang ia katakan "Sesungguhnya Aku ini Hamba Tuhan, Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu itu"

Maria yang masih muda itu memposisikan dirinya sebagai hamba Tuhan dan menempatkan seluruh kehendak Tuhan diatas segala-galanya. Ia menyambut tugas yang berat itu dengan tulus, meskipun ia tahu bahwa ketaatannya itu dapat berakibat buruk bagi dirinya bahkan keluarganya sekalipun. Bukankah sikap Maria itu menjadi model yang ideal bagi kita orang beriman dalam mendengar dan menerima Tugas Allah itu ? Namun seringkali model spiritualitas yang kita kembangkan dan lakukan adalah suatu model ketaatan yang serba bersyarat, misalnya "Tuhan, saya akan menjadi pelayan-Mu, jika............" dan banyak lagi.
Tepatnya, model spiritualitas yg kita kembangkan adalah suatu proses kristalisasi dari egoisme diri, dimana kehendak dan kepentingan diri sendiri ditonjolkan, sehingga ruang untuk dimana Allah berkarya menjadi sempit bahkan tidak ada lagi.

Jadi, sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah, seyogyanyalah kita mau merendahkan hati, mau memusatkan hati dan pikiran kita untuk menerima dan mendengarkan apa yang Tuhan tugaskan untuk kita. Dalam hal ini ciri yang paling menonjol dari Tuhan Yesus dan Bunda-Nya Maria, adalah suatu ketaatan yang tanpa syarat, dan Mutlak. Sehingga melalu Maria, kita dapat belajar tentang ketaatan Iman yg luar biasa. Lihatlah diri Maria yang miskin, papa, tak terpelajar namun begitu agung dan setia melaksanakan kehendak Allah tanpa syarat. Sehingga tepatlah Maria bukan hanya ibu bagi kanak-kanak Yesus, tetapi dia juga adalah “Ibu beriman” bagi kehidupan kita. Amin.

Senin, 17 November 2008

Kisah bermakna

"Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16 : 30-31)

Jenderal Jepang yang termashyur. Nobunaga, memutuskan untuk menyerang, meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari jumlah prajurit musuh. Ia yakin bahwa ia akan menang, tetapi prajuritnya merasa sangsi.

Dalam perjalanan menuju medan perang, mereka berhenti disebuah kuil Shinto. Sesudah berdoa didalam kuil, Nobunaga, keluar dan berkata :

"Sekarang, aku akan melemparkan mata uang. Jika gambar kepala yang kelihatan, kita akan menang. Kalau angka yang kelihatan, kita akan kalah. Nasib akan terungkap sekarang !"

Ia melempar mata uang. Tampak gambar kepala. Para prajurit begitu bersemangat maju perang, hingga mereka menang dengan mudah.

Hari berikutnya seorang ajudan berkata kepada Nobunaga :" Tak seorang pun dapat mengubah nasib yang sudah ditakdirkan untuknya."

"Memang betul." kata Nobunaga, sambil, menunjukkan mata uang yang kedua sisinya bergambar kepala.

Kekuatan Takdir ? Kekuatan doa ? Ataukah kekuatan Iman yang yakin bahwa sesuatu akan terjadi ?


Mencari Tuhan

"Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat !" (Yesaya 55 : 6)

Seorang tetangga melihat Nasruddin berjongkok di halaman sambil mencari sesuatu.

"Apa yang sedang kamu cari ?" tanya tetangganya

"Kunciku yang hilang!" sahut Nasruddin

Dua-duanya terus berjongkok mencari kunci yang hilang itu. Sebentar kemudian tetangga itu bertanya pada Nasruddin :

"Dimana hilangnya kuncimu ?"

"Di rumah!" Jawab Nasruddin

"Astaga ! Lantas, mengapa anda mencarinya disini ?"

" Karena di sini lebih terang !"

Apa Gunanya Mencari Tuhan di tempat-tempat suci, kalau Ia sudah tidak bersemayam lagi di hati kita ?